Aplikasi chatbot milik Anthropic, Claude, mengalami lonjakan popularitas yang signifikan menyusul drama negosiasi yang tegang dengan Pentagon.
Berdasarkan laporan terbaru, Claude kini menduduki peringkat kedua dalam daftar aplikasi gratis di App Store AS, mengungguli Google Gemini di posisi ketiga dan tepat berada di bawah OpenAI ChatGPT yang memegang posisi puncak.
Kronologi Kenaikan Peringkat
Data dari SensorTower menunjukkan lompatan yang drastis:
- Akhir Januari: Berada di luar peringkat 100 besar.
- Februari: Konsisten berada di jajaran 20 besar.
- Pekan Ini: Merangkak dari posisi ke-6 (Rabu) menjadi posisi ke-2 (Sabtu).
Akar Konflik
Kenaikan ini terjadi setelah Anthropic mencoba menegosiasikan “pagar pengaman” (safeguards) agar model AI mereka tidak digunakan oleh Departemen Pertahanan untuk pengawasan domestik massal atau senjata otonom penuh.
Respon pemerintah sangat keras: Presiden Donald Trump menginstruksikan badan federal untuk menghentikan penggunaan produk Anthropic, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth melabeli perusahaan tersebut sebagai “ancaman rantai pasokan.” Di sisi lain, OpenAI langsung mengambil celah dengan mengumumkan kesepakatan baru dengan Pentagon.
Kemenangan Etika di Tengah Tekanan Politik
Langkah Anthropic yang bersikeras menetapkan batasan etis terhadap penggunaan AI untuk tujuan militer adalah tindakan yang sangat berani. Di dunia yang sering kali mendahulukan keuntungan, melihat sebuah perusahaan berani mengambil risiko kehilangan kontrak besar demi prinsip kemanusiaan memberikan harapan baru. Sangat disayangkan bahwa komitmen terhadap keamanan publik justru dianggap sebagai ancaman oleh otoritas, padahal transparansi seperti inilah yang kita butuhkan di masa depan.


