Panduan Developer untuk Gemini CLI
Gemini CLI adalah conversational AI agent berbasis open-source yang super canggih dan bisa langsung kamu akses lewat terminal. Didesain sebagai asisten coding yang “agentic”, tools ini punya akses langsung ke file system lokal dan shell kamu. Artinya, dia bisa bantu bikin aplikasi dari nol, menjalankan commands, nge-review kode, sampai browsing internet buat bantu kerjaanmu.
Karena ditenagai oleh model Gemini, kamu bisa pakai tools ini buat mempercepat prototyping, mengolah data, atau otomatisasi workflow yang ribet tanpa perlu pindah-pindah dari command line.
Berikut cara setup, penggunaan, dan kustomisasi Gemini CLI.
1. Installation dan Setup
Gemini CLI dideploy sebagai paket NPM, jadi pastikan kamu sudah instal Node.js di komputer kamu. Untuk menginstal CLI ini secara global, jalankan perintah berikut:
npm install -g @google/gemini-cli
Setelah terinstal, kamu bisa mulai aplikasinya dengan masuk ke folder project kamu dan ketik:
gemini
Pas pertama kali jalan, kamu bakal diminta buat autentikasi. Kamu bisa pilih Login with Google pakai akun pribadi (yang biasanya dapet free tier melimpah), atau pakai API key atau Vertex AI.
2. Navigasi Dasar dan Kustomisasi
Saat Gemini CLI nyala, dia bakal berfungsi sebagai interactive chat assistant. Kamu bisa langsung ketik prompt, atau pakai beberapa slash commands bawaan buat atur workspace kamu:
- /help: Menampilkan daftar semua commands dan keyboard shortcuts yang ada.
- /settings: Membuka menu konfigurasi, misalnya buat aktifin vim mode atau nyalain setting Hide Footer supaya tampilan UI lebih bersih.
- /theme: Buat ganti-ganti skema warna tampilan terminal kamu.
- /model: Buat ganti model Gemini yang dipakai. Secara default, ini diatur ke auto. Jadi, CLI bakal otomatis pakai model yang lebih kencang dan murah kayak gemini-3-flash buat permintaan simpel (kayak sapaan “hi”), dan pakai model kelas berat kayak gemini-3-pro buat tugas kompleks (kayak refactoring kode).
3. Bekerja dengan Files dan Tools
Gemini CLI itu ibarat “pisau lipat Swiss” buat urusan tools. Dia bisa baca file lokal, jalanin shell commands (kayak git atau npm), dan cari info terbaru di web.
- Referencing Files: Kamu bisa masukin file tertentu ke dalam konteks si agent pakai simbol @. Contohnya, ketik @suggestions.md di prompt kamu supaya si agent baca dan mempertimbangkan isi file itu.
- Approving File Changes: Kalau Gemini CLI mau nulis atau mengubah file, dia bakal berhenti sebentar dan minta konfirmasi kamu. Kamu bisa tekan ctrl-s buat melihat detail diff dari perubahan kodenya sebelum kamu izinkan atau tolak.
4. Context dan Memory Management
Context menentukan gimana agent kamu bersikap dan apa yang dia tahu soal project spesifikmu. Kamu bisa atur ini pakai file gemini.md yang bisa ditaruh secara global, di root project, atau bahkan di sub-direktori tertentu (kayak folder /testing).
Buat bikin context otomatis di project baru, pakai perintah:
/init
Perintah ini bakal bikin Gemini CLI memindai arsitektur project kamu (kayak dependensi di package.json dan file penting lainnya) lalu otomatis bikin file gemini.md yang detail soal tech stack dan struktur folder kamu.
Kamu juga bisa simpan memori permanen—kayak nama kamu atau preferensi coding—ke file context global pakai perintah memori:
- /memory add <preferensi_kamu>: Menyimpan aturan atau fakta buat semua sesi ke depan.
- /memory show: Menampilkan semua memori dan context gemini.md yang lagi aktif dipakai si agent.
5. Session Management
Karena Gemini CLI bisa jalan lama banget sambil muter-muter jalanin tools, penting buat jaga sesi kamu tetap rapi.
- /clear: Menghapus riwayat percakapan dan tool calls sebelumnya. Sangat disarankan pakai ini kalau mau pindah ke tugas yang benar-benar baru supaya context si agent nggak berantakan.
- /stats: Menampilkan analitik sesi kamu, termasuk berapa banyak file edit yang dilakukan, tools apa saja yang dipanggil, dan model mana yang dipakai.
- /docs: Langsung buka dokumentasi resmi dari CLI kalau kamu butuh info fitur lanjutan.
- /exit atau /quit: Menutup aplikasi dan kasih ringkasan singkat soal riwayat sesi kamu.


